Jumat, 27 Februari 2009

UJIAN KENAIKAN TINGKAT SABUK HITAM





Teman'S...
Di awal bulan Maret '09 nanti akan diadakan ujian kenaikan tingkat Sabuk Hitam.
Bagi teman-teman yg ingin mengikutinya, harap mempersiapkan diri, dan berkordinasi dengan pengurus or senior-senior yg lain...
Semoga sukses.
Tengkyu...

Senin, 16 Februari 2009

Kejuaraan Pra Junior...



Kejuaraan Taekwondo Pra Junior akan dilaksanakan pada tgl. 07' - 08 Maret'09. Tempat pelaksanaan di Gedung POPKI Cibubur. Biaya pendaftaran Rp.100 rb / atlet.Pendaftaran mulai dibuka dari sekarang.

Untuk atlet - atlet Teladan Club yang ingin ikut dalam kejuaraan ini, harap mempersiapkan diri (Fisik, Teknik dan Mental). Dan untuk para Pelatih Teladan Club yang ingin / berminat atlet - atletnya turun dalam kejuaraan ini harap mempersiapkan para atlet - atletnya (Fisik, Teknik, Mental dan tidak ketinggalan Dana).

NB : harap saling kordinasi dengan Pengurus dan Senior - senior Teladan Club.

TIRA meraih Medali Perunggu


TIRA....
Atlet Taekwondo yang awalnya berasal dari Taekwondo Teladan Club (unit SMPN 68 Jkt), kemarin berhasil meraih medali Perunggu di kelas Light Heavy Putri Pra Junior.
TIRA yg sekarang berdomisili di kota Semarang Jawa Tengah turun mewakili tempat berlatihnya yg baru di kota Semarang pada kejuaraan Pra Junior yg diadakan Di Gedung POPKI Cibubur, tgl 14 - 15 Februari 2009.Turun dikelas Light Heavy Putri pada hari ke-2, Tira hanaya mampu sampai pada babak semi final saja dan hanya memperoleh medali Perunggu, walaupun demikian itu merupakan suatu prestasi yg patut dibanggakan, karena pada kejuaraan tersebut Tira baru turun pertama kali mewakili "dojang"nya yg baru di Semarang dan berhasil mempersembahkan medali bagi kontingennya.
Maju terus Tira...Tetap Semangat dan terus ber-Prestasi...

Ayo siapa lagi anak2 Taekwondo Teladan yg akan mengikuti jejak Tira untuk berprestasi...??Semoga saja nantinya akan terus lahir atlet2 yg berprestasi dari TKD Teladan...AMIN.

Rabu, 04 Februari 2009

AYO DUKUNG MEREKA (CAMEN RANGERS) pada Kejuaraan TKD antar Mahasiswa STAN Cup 2009...






Inilah Sebagian Camen Rangers yang akan mengikuti Kejuaraan STAN 2009 bulan February ini. Mereka akan mewakili Universitas Pancasila dalam kejuaraan ini. Dan Mereka adalah :
- OKTHA (Ranger Julung) turun di kelas FLY Putri.
- CUPLIS (Ranger T-rex) turun dikelas MIDDLE Putra.
Ayo dukung dan beri semangat mereka dalam kejuaraan ini, agar mendapatkan hasil yg maksimal, AMIN....

LATIHAN DI PINTU 6 SENAYAN (Ex Tempat PELATDA DKI)


Hai temans Taekwondo Teladan Club sekalian...
Ada kabar gembira nich, kita (TKD Teladan Club) akan mulai melakukan latihan bersama setiap 1 minggu sekali, mulai hari Sabtu, 07 February 2009. Latihan bersama ini akan di laksanakan :
Hari : Sabtu (1 x dlm seminggu).
Tempat : Pintu 6 Gelora Bung Karno Senayan (dalam ruangan / indoor, ex tempat latihan Pelatda).
Waktu : Pkl. 15.00 wib - 17.00 wib (please on time).
So, untuk temans yg memang berniat untuk mendapatkan latihan tambahan supaya dapat lebih berprestasi, and untuk yg ga sempat latihan di unitnya masing-masing, or yang berhalangan latihan pada jam kerja kantor dapat datang pada hari, tempat, dan waktu yang telah ditentukan.
See you all there....

Jumat, 02 Januari 2009

T A E K W O N D O


Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olah raga bela diri Korea yang paling populer dan juga merupakan olah raga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Tiga Materi Dalam Berlatih
  1. Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.

Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do (secara garis besar / umum)

  1. Putih melambangkan kesucian,awal/dasar dari semua warna,permulaan.(mempelajari jurus dasar 1)
  2. Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.?(mempelajari jurus dasar 2).Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dulu.
  3. Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari jurus dasar 3).Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dulu.
  4. Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari jurus dasar 4).Sebelum naik sabuk biru biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dulu.
  5. Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari jurus dasar 5&6)
  6. Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.(mempelajari jurus dasar 7&8)Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 7.Tingkatan Dan ditandai dengan garis - garis yang ada di sabuknya.Contoh : Dan 5 memiliki lima strip pada sabuknya.
  7. Perubahan warna sabuk,harus bisa jurus-jurus. seperti jurus dasar 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 (Taegeuk).

Asal mula taekwondo


Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik - teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik - teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh - musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai 'Subak" , "Taekkyon", " Takkyon" , maupun beberapa nama lainnya. Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti " Hwarangdo" di Silla dan "Chouisonin " di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut " Muye Dobo Tongji " menyebutkan : " ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat ".

Koguryo's 'sonbae' dan Taekkyon


Koguryo yang berdiri pada 57 tahun seblem masehi di semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut 'Sonbae', yang artinya laki - laki yang bersifat baik dan tak pernah takut dalam bertarung / perang . Dalam buku sejarah disebutkan bahwa saat Dinasti Chosun Kuno memerintah , tanggal 10 Maret setiap tahunnya pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakan nya dengan acara - acara kontes tarian pedang, memanah, subak ( Taekkyon ) dan sebagainya. Kontes Subak ( Taekyon ) sebutan untuk Seni beladiri Taekwondo pada masa itu adalah salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang saling bertarung dalam sikap Takkyon ( Taekwondo ), membuktikan bahwa seni beladiri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.

Shilla's 'Hwarang" dan Taekkyon


Kerajaan Shilla berdiri pada tahun 57 sebelum masehi di tenggara semenanjung Korea, secara geografis tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje disisi barat dan awal serbuan dari Koguryo dari utara maka Kerjaan Shilla mempersenjatai diri dengan meningkatkan dengan kemampuan seni beladiri yang berkembang saat itu. " Hwarangdo" adalah tipe beladiri dari Shilla yang merupakan asimilasi dari sistem beladiri " Sonbae " dari Koguryo. Anggota - anggota Hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal yaitu bakti kepada orang tua, setia pada negara & bangsa, pantang mundur dlm perang. Kim Yu Sin dan Kim Chun Chu adalah orang - orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan 3 kerajaan di Semennajung Korea. Dalam catatan peristiwa dari Chosun melukiskan kehidupan para Hwarang , sebutan bagi para ksatria yang mempelajari Hwarangdo, para hwarang diseleksi oleh kerajaan , dan setelahnya mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut yang mereka pelajari, seperti Subak ( bentuk dari Taekwondo kuno ), bermain pedang, berkuda dan bermain " Sirum" / gulat gaya Korea. Diwaktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu keadaan darurat dan membangun jalan & benteng, siap mengorbankan hidupnya saat berperang. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Budha, dapat dilihat di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukan bahwa seni beladiri ini dipraktekan di kuil - kuil, digambarkan dengan adegan laki - laki yang tampak kuat dalam sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap Kumgang Yoksa yang sama dengan sikap pada beladiri Taekwondo sekarang . Ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Shilla " Subak" dan "Taekkyon" tampak / muncul bersamaan , dan keduanya menandakan bahwa teknik - teknik tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.

Taekkyon dari Koguryo ke Shilla


Seni bela diri Taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata tertulis juga di Shilla, dibuktikan dengan : i. "Hwarang " ( Sonrang ) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan "Sonbae" di Koguryo jika ditinjau dari sudut etymology. ii. Keduanya memiliki sistem organisasi dan hirarki yang sama. iii. Menurut catatan sejarah, Sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi Taekkyon saat perayaan nasional, hwarang di Shilla juga memainkan Taekkyon ( Subak,dokkyoni, atau taekkoni ) dalam perayaan seperti "palkwanhoe" dan "hankawi", hal ini menunjukkan perkembangan secara sistematis teknik beladiri kuno ke Taekkyon / Sonbae yang menjadi dasar seni beladiri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi. Mulai abad ke 4 sesudah masehi seni beladiri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah / perguruan seni beladiri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.

Masa Pertengahan


Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja - raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut "Subakhui", yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.

Masa Modern


Pada masa modern Korea , saat Dinasti Chosun ( Yi ) pada tahun 1392 sampai 1910, Kerajaan Korea dan Jaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, Subakhui dan Taekkyon, sebutan Taekwondo pada saat itu mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan dalam ideologi Konfusius , lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni beladiri. Kemudian , saat raja Jungjo setelah invasi oleh Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni beladiri. Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diber judul Muyedobo - Tonji, yang memuat gambar - gambar dan ilustrasi yang mirip / menyerupai bentuk / sikap ( Poomse ) dan Gerakan Dasar ( Basic Movement ) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern ( Scientific Studies). Akan tetapi , saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang termasuk Taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni beladiri Taekkyon hanya diajarkan secara sembunyi oleh para master beladiri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.

Masa Sekarang


Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association ( KTA ) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era tahun 1965 sampai 1970 an , KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea , menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul ,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu , untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur , sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation ( WTF ) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia , dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.

Terminologi Tae Kwon Do (secara garis besar / umum)

  1. Sabeum = Instruktur
  2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
  3. Seonbae = Senior
  4. Hubae = Junior
  5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
  6. Muknyeom = Meditasi
  7. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
  8. Ti = Sabuk Latihan
  9. Oen = Kiri
  10. Oreon = Kanan
  11. Joonbi = Siap
  12. Sijak = Mulai
  13. Kalryeo = Stop
  14. Keysok = Lanjutkan
  15. Keuman = Selesai
  16. A Nee = Tidak
  17. Yee = Ya
  18. Eolgol = Sasaran atas
  19. Moumtong = Sasaran tengah
  20. Arae = Sasaran bawah
  21. Kyungrye = hormat
  22. chariot= mempersiapkan diri
  23. nici= sekian
  24. belci ki manisi= tempat istirahat
  25. menicip= pengawas taekwondo

Pukulan, Tendangan, dan Tangkisan (secara garis besar / umum)

Pukulan

  1. Yeop Jireugi = Pukulan Samping
  2. Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
  3. Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
  4. Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran
  5. momtong jireugi= pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke perut)
  6. are jireugi= pukulan ke bawah
  7. oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi)
  8. Eolgol jireugi=pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala)

Tendangan

  1. Ap Chagi = Tendangan Kedepan
  2. Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
  3. Yeop Chagi = Tendangan Samping
  4. Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang
  5. Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat
  6. goley chagi= tendangan double
  7. sip chagi an chagi= tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
  8. eolgol ap chagi = tendangan mengarah ke atas (tendangan ke arah kepala)
  9. momtong ap chagi=tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut)

Tangkisan

  1. aremaki = Tangkisan bawah
  2. Elgol maki = Tangkisan ke arah kepala
  3. Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
  4. Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
  5. An Maki = tangkisan darri arah luar.
  6. bina maki an maki= tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas.


Kamis, 01 Januari 2009

INFO : Kejuaraan Nasional antar SMU "UTAMA CUP V"

Saat ini bagi pelaku olahraga beladiri taekwondoin banyak sekali peluang untuk dapat menimba pengalaman dan meningkatkan prestasi melalui ajang pertandingan yang makin marak diadakan di Indonesia, dari event daerah sampai tingkat nasional. Untuk taekwondoin-taekwondoin muda maupun pelajar pun banyak pula berkesempatan. Seperti Kejurnas SMU "UTAMA CUP V" yang akan digelar di GSG Universitas Widyatama, Bandung, Jawa Barat, tgl. 19 - 21 Februari 2009.
Untuk atlet - atlet / unit - unit Teladan Club yang ingin ikut dalam kejuaraan ini, harap mempersiapkan diri (Fisik, Teknik dan Mental). Dan untuk para Pelatih Teladan Club yang ingin / berminat atlet - atlet / unitnya turun dalam kejuaraan ini harap mempersiapkan para atlet - atletnya (Fisik, Teknik, Mental dan tidak ketinggalan Dana).
NB : harap saling kordinasi dengan Pengurus dan Senior - senior Teladan Club.