Tampilkan postingan dengan label Artikel bebas banget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel bebas banget. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2009

Siapa Selanjutnya?

Aargh.. Sialan!
Caci maki setelah selesai pemilihan ketua SENAT Mahasiswa, mau apalagi ternyata saya harus kalah dari temen satu jurusan saya. Bagaimanapun kemenangan itu sudah saya persiapkan mati-matian sebelum waktunya tiba, mulai dari kampanye, membuat program kerja, hingga memperjuangkan IP yang di atas rata-rata. Ketua SENAT merupakan puncak untuk menunjukan jati diri saya sebagai Mahasiswa nomor satu di Fakultas. Tapi apa setelah memperjuangkan itu rasanya runtuh semua bahkan saya tidak percaya dengan apa yang saya peroleh dari hasil ini.

Pemilihan ketua SENAT ini dilakukan oleh FFTV (Fakultas Film dan Televisi) di IKJ dan dihadiri oleh seluruh Mahasiswa FFTV, pemilihan sempat alot setelah hasil forum tidak berhasil hingga tahap "mufakat", hasilnya kegiatan inipun dilakukan dengan cara voting. Setelah bersaing angka yang cukup tipis, akhirnya saya terpaut hanya dua angka dari sang pemenang, tipis memang, namun hasilnya mutlak, DIALAH PEMENANGNYA.

AArgHH..

--0--


Selain mahasiswa saya juga berprofesi sebagai pelatih Taekwondo di salah satu SMP Negri di bilangan Jakarta. Sabtu itu merupakan kejuaraan Taekwondo yang diselenggarakan oleh Klub 69, pertandingan itu melibatkan SMP yang saya bina sebagai rombongan yang ikut berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Yup menjadi yang terbaik, setelah pembinaan dan penyiksaan selama beberapa bulan sebelumnya, inilah saatnya kita berlabuh untuk meraih prestasi diajang kompetisi ini.

Pertandingan berakhir, sebagian dari mereka ada yang menang dan kalah, namun persentasi kalah lebih banyak dari yang menang, walaupun gagal tapi diantara mereka mendapatkan medali walaupun perak dan perunggu, sayapun kecewa hati melihat hasil ini, namun sebagai pelatih tidak etis menyalahkan muridnya yang kalah.

Saat melihat kekecewaan murid-murid saya, pandangan saya terpaku dengan salah satu dari mereka, mukanya tenang bahkan terlihat senang, dialah murid saya yang paling rajin diantara yang lain, Kira namanya, sayapun iseng bertanya.

"kamu dapat apa"
"ga dapet apa-apa kak, kalah partai pertama"
"poinnya berapa-berapa?"
"7-0 ka. hehehe.."

Saya melihat ekspresinya yang tetap ceria, saya pun bingung, padahal Kira setiap kali turun tanding pasti kalah di partai awal, walapun begitu tidak ada kekesalan diraut mukanya. Saya hendak membuat dia sedikit sadar dengan kata-kata saya.

"Kamu kalah..kok kelihatan senang begitu?"
"hehe.. semua orang punya giliran untuk menang... kakak tau saya terus berlatih hanya untuk menunggu giliran itu"

Sayapun tercengang mendengarnya, ucapan anak SMP mengingatkan saya kepada masa saat saya gagal menjadi ketua SENAT, prestasi kuliah saya menurun hanya gara-gara kecewa dan rasa tidak terima. Yup.. saya setuju dengan kata-katanya, semua mempunyai giliran untuk sukses, masalahnya tinggal siapa yang "sabar" menunggu hingga cita-cita itu menyapa.

"Siapa selanjutnya?"

Minggu, 23 Agustus 2009

BEING

Tuhan menciptakan siang dan malam dengan perantara senja dan pagi. Begitu juga apa yang ada didunia ini, karena alam dibentuk sedemikian rupa untuk kita belajar memahaminya.


Pernah lihat kartun Doraemon? hihi.. kartun ini ga ada mati-matinya sampai sekarang masih terus ditayangin di salah satu TV swasta, bahkan tontonan seperti ini masih digemari jutaan anak-anak di Indonesia. Kisah tentang kucing robot yang selalu membantu Nobita dengan kantong ajaibnya, semua masalah yang Nobita hadapi selalu beres dengan sekejap. Bayangin jika kartun ini tertanam dalam sikap mental seseorang, misalnya saja seorang anak ingin sesuatu maka keinginannya tersebut harus dipenuhi dengan segera, tidak peduli bagaimana keinginannya itu diperolehnya yang penting keinginan tersebut dapat tercapai dengan segera.

Hmm.. apakah itu baik? coba kita renungkan sejenak bagaimana sebutir nasi yang kita makan pagi ini mengalami proses hingga tersedia di depan mata kita yang siap disantap? Mulai dari penanamannya-distribusi-penjualan-hinga dimasak, pasti rumit sayapun enggan memikirkannya, karena mental saya-pun tertanam dalam sikap yang serba instan, baik atau tidaknya entahlah tergantung dari sisi mana kita lihat. Jika kita ingin turun dari ketinggian beberapa meter baiknya kita melewati tangga, tapi jika ingin cepat loncat saja sekalian.

Ada beberapa orang yang memilih kesuksesan dengan cara jalan pintas, seperti acara idol-idolan yang saya ketahui merupakan acara pencarian bakat secara instan sudah berapa orang yang dihasilkan acara idol-idolan ini yang dirasa cukup sukses, tetapi kesuksesan mereka di bentuk oleh produser yang membentuk mereka, bayangin kalau acara idol ini tanpa ada produser yang membuat mereka para idol ini menjadi menarik perhatian penonton, pasti mereka tidak menarik. Lagipula orang jebolan idol itu tidak ada yang terlihat lagi, kesuksesan merekapun terasa instan.

Sedangkan ada beberapa orang diluar sana melewati kesuksesan dengan jalan yang panjang dan berliku, kesuksesan mereka memang didasari oleh kesadaran mereka yang ingin berusaha dengan bahan bakar kesabaran dan ketekunan, kesuksesan mereka bukan karena produser yang membuat dia seperti "apa", namun karena, mereka terbentuk dengan kehendak dirinya. Banyak juga yang tidak berhasil itu karena dia berhenti ditengah jalan. Jadi intinya jangan pernah berhenti ditengah jalan, nikmatilah perjalanan itu setapak demi setapak.


Jika kita memahami Taekwondo, nikmatilah sebuah proses, karena dalam proses tersebut akan menciptakan kesadaran, kesadaran akan perubahan, perubahan yang tidak akan berhenti dalam situasi apapun.


Yup..filsafat Taekwondo dirasa cukup menggambarkan tentang proses tersebut. Saat awal kita berlatih menggunakan sabuk putih yang menandakan kita seperti "tabula rasa" kertas kosong yang belum kotor dengan berbagai macam pengalaman (ilmu), setelah itu naik kuning, hijau, biru, merah, dan terakhir hitam. Tidak memungkinkan seseorang dari putih lansung naik ke hitam, jika adapun sangat disayangkan.

Permasalahan di dunia ini tidak hanya "ada" dan "tiada" tetapi ada proses yang menyertainya yaitu "menjadi". Dunia ini bukan magic dan sesederhana dunia Doraemon atau Harry Potter semacamnya. Ini adalah realitas yang harus di hadapi dengan penuh kesadaran, kesadaran dalam "menjadi" sesuatu, "menjadi" adalah sesuatu yang aktif dan tidak berakhir, "menjadi" akan terus bergerak hingga batas yang tidak ditentukan. Jika sabuk hitam merupakan tingkat tertinggi dalam Taekwondo yang artinya kegelapan, maka seseorang akan sadar bahwa didalam alam semesta ini gelap, kemudian bergerak terus mencari(berlatih) dan mencari (berlatih) tanpa henti dan sadar semua itu gelap.

Jika kita memahami Taekwondo menurut prinsip ini, kita akan menemukan solusi, dan terus berubah keterampilan, kita tidak akan pernah terhenti, dalam situasi apapun, bukan dengan jalan pintas tetapi jalan yang panjang dan penuh liku.

Senin, 27 April 2009

TERIMA KASIH DARI KAMI BER-6 .. !!!

Pada tanggal 25-26 kemarin Pengukuhan THE NEW BLACKBELT telah selesai dilaksanakan . Dan kami ber 6 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Sabeum-nim di TELADAN TAEKWONDO CLUB karena telah membimbing kami dari Sabuk putih hingga sekarang sehingga kami bisa menyandang predikat Sabuk Hitam.
Tapi bagi kami ini bukan hanya sebuah predikat yang diberikan melainkan tanggung jawab yang lebih besar. dan kami berjanji akan menjalankan tanggung jawab yang diberikan untuk memajukan dan membuat TELADAN TAEKWONDO CLUB berada di puncaknya.

Senin, 20 April 2009

Wajah-wajah tersiksa !!





"SEMOGA TUHAN MENGAMPUNI SEGALA DOSA-DOSA MEREKA" !!

Rabu, 15 April 2009

Survei ke anyer untuk PLANTIKAN tgl 25 april 09

Pada hari Selasa tanggal 14 april 2009 kemarin TELADAN TAEKWONDO CLUB melakukan perjalanan ke anyer untuk survei lokasi untuk plantikan yang diadakan pada tanggal 25 april 2009. yang mengikuti survei antara lain oleh Cuplis, Okta, Bintang, Rafli, Arvin .

Jumat, 02 Januari 2009

T A E K W O N D O


Taekwondo (juga dieja Tae Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olah raga bela diri Korea yang paling populer dan juga merupakan olah raga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olah raga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Tiga Materi Dalam Berlatih
  1. Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
  2. Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
  3. Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.

Filosofi Sabuk pada Tae Kwon Do (secara garis besar / umum)

  1. Putih melambangkan kesucian,awal/dasar dari semua warna,permulaan.(mempelajari jurus dasar 1)
  2. Kuning melambangkan bumi,disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.?(mempelajari jurus dasar 2).Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dulu.
  3. Hijau melambangkan hijaunya pepohonan,pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari jurus dasar 3).Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dulu.
  4. Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari jurus dasar 4).Sebelum naik sabuk biru biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dulu.
  5. Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari jurus dasar 5&6)
  6. Hitam melambangkan akhir,kedalaman,kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan.(mempelajari jurus dasar 7&8)Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 7.Tingkatan Dan ditandai dengan garis - garis yang ada di sabuknya.Contoh : Dan 5 memiliki lima strip pada sabuknya.
  7. Perubahan warna sabuk,harus bisa jurus-jurus. seperti jurus dasar 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 (Taegeuk).

Asal mula taekwondo


Pada dasarnya manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya, hal ini secara disengaja maupun tidak akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Manusia dalam tumbuh dan berkembang tidak dapat lepas dari kegiatan / gerakan fisiknya , tanpa menghiraukan waktu dan tempat. Pada masa kuno manusia tidak punya pikiran lain untuk mempertahankan dirinya kecuali dengan tangan kosong, hal ini secara alamiah mengembangkan teknik - teknik bertarung dengan tangan kosong. Pada saat kemampuan bertarung secara tangan kosong dikembangkan sebagai suatu cara untuk menyerang dan bertahan, digunakan pula untuk membangun kekuatan fisik seseorang, bahkan dijadikan pertunjukan dalam acara ritual. Manusia mempelajari teknik - teknik bertarung didapat dari pengalaman nya melawan musuh - musuhnya. Inilah yang diyakini menjadi dasar seni beladiri Taekwondo yang kita kenal sekarang, dimana pada masa lampau dikenal sebagai 'Subak" , "Taekkyon", " Takkyon" , maupun beberapa nama lainnya. Pada asal mula sejarah Semenanjung Korea , ada 3 suku bangsa / kerajaan yang mempertunjukan kontes seni beladiri pada acara ritualnya. Ketiga kerajaan ini saling bersaing satu sama lain, ketiganya adalah Koguryo, Paekje dan Silla, semuanya melatih para ksatria untuk dijadikan salah satu kekuatan negara, bahkan para ksatria yang tergabung dalam militer saat itu, menjadi warga negara yang mempunyai kedudukan yang sangat terpandang. Menurut catatan , kelompok ksatria muda yang terorganisir seperti " Hwarangdo" di Silla dan "Chouisonin " di Koguryo, semuanya menjadikan latihan seni beladiri sebagai salah satu subyek penting yang harus dipelajari. Sebuah buku tentang seni beladiri yang disebut " Muye Dobo Tongji " menyebutkan : " ( Taekwondo) Seni pertarungan tangan kosong adalah dasar dari seni beladiri , yang membangun kekuatan dengan melatih tangan dan kaki hingga menyatu dengan tubuh agar dapat bergerak bebas leluasa, sehingga dapat digunakan saat menghadapi situasi yang kritis, berarti ( Taekwondo ) dapat digunakan setiap saat ".

Koguryo's 'sonbae' dan Taekkyon


Koguryo yang berdiri pada 57 tahun seblem masehi di semenanjung Korea bagian utara, membentuk kesatuan para ksatria tangguh yang disebut 'Sonbae', yang artinya laki - laki yang bersifat baik dan tak pernah takut dalam bertarung / perang . Dalam buku sejarah disebutkan bahwa saat Dinasti Chosun Kuno memerintah , tanggal 10 Maret setiap tahunnya pada hari raya Koguryo, masyarakat merayakan nya dengan acara - acara kontes tarian pedang, memanah, subak ( Taekkyon ) dan sebagainya. Kontes Subak ( Taekyon ) sebutan untuk Seni beladiri Taekwondo pada masa itu adalah salah satu kegiatan yang sangat populer. Penemuan beberapa lukisan dinding makam pada masa Koguryo, yang menggambarkan 2 orang yang saling bertarung dalam sikap Takkyon ( Taekwondo ), membuktikan bahwa seni beladiri yang sekarang kita kenal sebagai Taekwondo telah dipraktekan sejak 2000 tahun yang lalu di Semenanjung Korea.

Shilla's 'Hwarang" dan Taekkyon


Kerajaan Shilla berdiri pada tahun 57 sebelum masehi di tenggara semenanjung Korea, secara geografis tidak terancam dari luar, tetapi dengan berdirinya Kerajaan Pakje disisi barat dan awal serbuan dari Koguryo dari utara maka Kerjaan Shilla mempersenjatai diri dengan meningkatkan dengan kemampuan seni beladiri yang berkembang saat itu. " Hwarangdo" adalah tipe beladiri dari Shilla yang merupakan asimilasi dari sistem beladiri " Sonbae " dari Koguryo. Anggota - anggota Hwarang berlatih keras dengan semboyannya yang terkenal yaitu bakti kepada orang tua, setia pada negara & bangsa, pantang mundur dlm perang. Kim Yu Sin dan Kim Chun Chu adalah orang - orang yang memberikan sumbangan besar bagi penyatuan 3 kerajaan di Semennajung Korea. Dalam catatan peristiwa dari Chosun melukiskan kehidupan para Hwarang , sebutan bagi para ksatria yang mempelajari Hwarangdo, para hwarang diseleksi oleh kerajaan , dan setelahnya mereka hidup dan berkumpul dalam kelompok menurut yang mereka pelajari, seperti Subak ( bentuk dari Taekwondo kuno ), bermain pedang, berkuda dan bermain " Sirum" / gulat gaya Korea. Diwaktu damai, hwarang bekerja melayani masyarakat, membantu keadaan darurat dan membangun jalan & benteng, siap mengorbankan hidupnya saat berperang. Hwarang sangat dipengaruhi oleh disiplin agama Budha, dapat dilihat di Kyonju Museum sangat jelas ditunjukan bahwa seni beladiri ini dipraktekan di kuil - kuil, digambarkan dengan adegan laki - laki yang tampak kuat dalam sikap menyerang dan bertahan dengan tangan kosong. Sikap yang ditampilkan sangat menarik adalah sikap Kumgang Yoksa yang sama dengan sikap pada beladiri Taekwondo sekarang . Ini membuktikan bahwa pada masa kerajaan Shilla " Subak" dan "Taekkyon" tampak / muncul bersamaan , dan keduanya menandakan bahwa teknik - teknik tangan dan kaki tersebut dipakai dalam Taekwondo sekarang ini.

Taekkyon dari Koguryo ke Shilla


Seni bela diri Taekkyon yang populer di Koguryo, ternyata tertulis juga di Shilla, dibuktikan dengan : i. "Hwarang " ( Sonrang ) di Shilla mempunyai arti kata yang sama dengan "Sonbae" di Koguryo jika ditinjau dari sudut etymology. ii. Keduanya memiliki sistem organisasi dan hirarki yang sama. iii. Menurut catatan sejarah, Sonbae di Koguryo digunakan dalam kompetisi Taekkyon saat perayaan nasional, hwarang di Shilla juga memainkan Taekkyon ( Subak,dokkyoni, atau taekkoni ) dalam perayaan seperti "palkwanhoe" dan "hankawi", hal ini menunjukkan perkembangan secara sistematis teknik beladiri kuno ke Taekkyon / Sonbae yang menjadi dasar seni beladiri di Korea sekitar 200 tahun sesudah masehi. Mulai abad ke 4 sesudah masehi seni beladiri ini makin memasyarakat dan berkembang melalui sekolah / perguruan seni beladiri dengan berbagai kelompok teknik tangan kosong dan kaki.

Masa Pertengahan


Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja - raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut "Subakhui", yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.

Masa Modern


Pada masa modern Korea , saat Dinasti Chosun ( Yi ) pada tahun 1392 sampai 1910, Kerajaan Korea dan Jaman penjajahan Jepang sampai tahun 1945, Subakhui dan Taekkyon, sebutan Taekwondo pada saat itu mengalami kemunduran dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah yang memodernisasi tentaranya dengan senjata api. Dinasti Yi yang didirikan dalam ideologi Konfusius , lebih mementingkan kegiatan kebudayaan daripada seni beladiri. Kemudian , saat raja Jungjo setelah invasi oleh Jepang pada tahun 1952, pemerintah kerajaan membangun kembali pertahanan yang kuat dengan memperkuat latihan ketentaraan dan praktek seni beladiri. Seputar periode ini, terbit sebuah buku tentang ilustrasi seni bela diri yang diber judul Muyedobo - Tonji, yang memuat gambar - gambar dan ilustrasi yang mirip / menyerupai bentuk / sikap ( Poomse ) dan Gerakan Dasar ( Basic Movement ) Taekwondo sekarang, namun tentunya hal ini tak dapat diperbandingkan begitu saja dengan Taekwondo saat ini yang telah dimodernisasi dengan penelitian yang berdasarkan ilmu pengetahuan modern ( Scientific Studies). Akan tetapi , saat penjajahan Jepang semua kesenian rakyat dilarang termasuk Taekkyon, untuk menekan rakyat Korea. Seni beladiri Taekkyon hanya diajarkan secara sembunyi oleh para master beladiri sampai masa kemerdekaan pada tahun 1945.

Masa Sekarang


Seiring dengan kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang, konsep baru tentang kebudayaan dan tradisi mulai bangkit. Banyak para ahli seni beladiri mendirikan sekolah / perguruan beladiri . Dengan meningkatnya populasi dan hubungan kerjasama yang baik antar perguruan beladiri, akhirnya diputuskan menyatukan berbagai nama seni beladiri mereka dengan sebutan : Tae Kwon Do, pada tahun 1954. Pada 16 September 1961 sempat berubah menjadi Taesoodo namun kembali menjadi Taekwondo dengan organisasi nasionalnya bernama Korea Taekwondo Association ( KTA ) pada tanggal 5 Agustus 1965, dan menjadi anggota Korean Sport Council. Pada era tahun 1965 sampai 1970 an , KTA banyak menyelenggarakan berbagai acara pertandingan dan demonstrasi untuk berbagai kalangan pada skala nasional. Taekwondo berkembang dan menyebar dipelbagai kalangan, hingga diakui sebagai disiplin / program resmi oleh Pertahanan Nasional Korea , menjadi olahraga wajib bagi tentara dan polisi. Tentara Korea yang berpartisipasi dalam perang Vietnam dibekali keahlian Taekwondo, pada saat itulah Taekwondo mendapatkan perhatian besar dari dunia. Nilai lebih ini menjadikan Taekwondo dinyatakan sebagai olahraga nasional Korea. Pada tahun 1972, Kukkiwon didirikan, sebagai markas besar Taekwondo, hal ini menjadi penting bagi pengembangan Taekwondo keseluruh dunia. Kejuaran dunia Taekwondo yang pertama diadakan pada tahun 1973 di Kuk Ki Won,Seoul ,Korea Selatan, sampai saat ini kejuaraan dunia rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Disamping itu , untuk meningkatkan kualitas Instruktur Taekwondo diseluruh dunia, Kukkiwon membuka Taekwondo Academy, yang mulai tahun 1998 telah membuka Program pelatihannya bagi Instruktur Taekwondo dari seluruh dunia. Kuk Ki Won, sebagai markas besar Taekwondo Dunia, disinilah pusat penelitian dan pengembangan Taekwondo, Pelatihan para Instruktur , sekretariat promosi ujian tingkat internasional. Pada 28 Mei 1973, The World Taekwondo Federation ( WTF ) didirikan, dan sekarang telah mempunyai 156 negara anggota dan Taekwondo telah dipraktekan oleh lebih dari 50 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan angka ini masih terus bertambah seiring perkembangan Taekwondo yang makin maju dan populer. Taekwondo telah dipertandingkan diberbagai pertandingan multi even diseluruh dunia , dan Taekwondo telah dipertandingkan sebagai ekshibisi pada Olympic Games 1988 Seoul dan telah dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi di Olympic Games 2000, Sydney.

Terminologi Tae Kwon Do (secara garis besar / umum)

  1. Sabeum = Instruktur
  2. Sabeum Nim = Instruktur Kepala
  3. Seonbae = Senior
  4. Hubae = Junior
  5. Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
  6. Muknyeom = Meditasi
  7. Dobok = Seragam Tae Kwon Do
  8. Ti = Sabuk Latihan
  9. Oen = Kiri
  10. Oreon = Kanan
  11. Joonbi = Siap
  12. Sijak = Mulai
  13. Kalryeo = Stop
  14. Keysok = Lanjutkan
  15. Keuman = Selesai
  16. A Nee = Tidak
  17. Yee = Ya
  18. Eolgol = Sasaran atas
  19. Moumtong = Sasaran tengah
  20. Arae = Sasaran bawah
  21. Kyungrye = hormat
  22. chariot= mempersiapkan diri
  23. nici= sekian
  24. belci ki manisi= tempat istirahat
  25. menicip= pengawas taekwondo

Pukulan, Tendangan, dan Tangkisan (secara garis besar / umum)

Pukulan

  1. Yeop Jireugi = Pukulan Samping
  2. Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
  3. Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
  4. Pyojeok Jireugi = Pukulan Dengan Sasaran
  5. momtong jireugi= pukulan mengarah ke tengah(pukulan mengarah ke perut)
  6. are jireugi= pukulan ke bawah
  7. oreon jireugi= pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang(ap chagi)
  8. Eolgol jireugi=pukulan ke atas (pukulan mengarah ke kepala)

Tendangan

  1. Ap Chagi = Tendangan Kedepan
  2. Dollyo Chagi = Tendangan Melingkar Depan
  3. Yeop Chagi = Tendangan Samping
  4. Dwi Chagi = Tendangan Kebelakang
  5. Twieo Dwi Chagi = Tendangan kebelakang Yang Dilakukan Sambil Melompat
  6. goley chagi= tendangan double
  7. sip chagi an chagi= tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
  8. eolgol ap chagi = tendangan mengarah ke atas (tendangan ke arah kepala)
  9. momtong ap chagi=tendangan mengarah ke tengah(mengarah ke perut)

Tangkisan

  1. aremaki = Tangkisan bawah
  2. Elgol maki = Tangkisan ke arah kepala
  3. Bakat Momtong Bakat Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
  4. Bakat Momtong An Maki = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
  5. An Maki = tangkisan darri arah luar.
  6. bina maki an maki= tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas.


Sabtu, 20 Desember 2008

Rabu, 17 Desember 2008

Gogo Power Red Belt ...

Saat ini TAEKWONDO TELADAN CLUB mempunyai 5 orang RED BELT. Selain aktif di TAEKWONDO mereka juga menjadi CAMEN RANGERS yang siap membuat kalian tertawa sampe insyaf.
mereka punya motto CAMEN itu sebagian dari iman. "Pokoknya ga camen ga asik dahh ..." itulah yang terlontar dari mulut mereka saat diwawancarai di markas besarnya.
dibawah ini adalah tampang2 berikut dengan perubahanya ketika menjadi CAMEN RANGERS
.



Buddi as BANDOT RANGER dengan tampangnya ia bisa memikat hati para wanita2 cantik di dunia. Sudah banyak yang menjadi korbannya.



Cuplis as T-rex RANGER ia adalah ranger yang paling pendiam diantara ranger lainnya dan paling baik hati pula.



Oktha as JULUNG RANGER dia sudah lama menderita penyakit komplikasi diantaranya Syndrome Narsistamology akut dan Syndrome Camenbanget akut.



Danank as KODOK RANGER dengan penuh rasa kasih sayang ia memberikan ilmu pada junior2nya.


Tegarhh as Nguk2 RANGER dengan ganasnya ia menghabisi para korban-korbanya tanpa rasa kasian sedikitpun.

Jumat, 12 Desember 2008

Have we Improved?

Pertanyaan intinya adalah, apakah skill kita telah improved? Kalau iya, kenapa masih kalah terus sama senior? Apa tandanya kalau kita sudah improved?

Berikut saya sampaikan beberapa tanda-tanda untuk mengecek apakah kita sudah improved atau belum.

1. Kita punya pilihan
Tidak seperti pemula yang tidak punya banyak pilihan, tanda kita sudah improved ialah bahwa kita sudah punya banyak pilihan. Dalam menyerang, kita tidak hanya mengandalkan satu cara menyerang, tapi sudah ada beberapa alternatif lain. Bila gagal dalam sebuah serangan, kita sudah bisa beralih ke serangan lain. Kalau metode bertahan kita gagal, kita sudah bisa memilih strategi bertahan lain. Nah, kalau kita sudah bisa memilih strategi, itu tandanya kita sudah improved.

2. Kita tahu mengapa kita menang atau mengapa kita kalah
Masih ingat waktu kita baru mulai belajar dan pertama kali sparring melawan seorang yg lebih senior? Pukulan dan tendangannya terlalu cepat untuk kita lihat, atau kunciannya tak terduga tahu-tahu kita terpaksa menyerah tanpa tahu sebabnya. Kalau kita sudah improved hal itu pelan-pelan tidak terjadi lagi. Kita mulai bisa mengerti. Kita mulai bisa tahu sebab-sebab kenapa begini, kenapa begitu.

3. Kalau kalah, Kita tahu bagaimana seharusnya agar kita menang
Salah satu perbedaan pokok antara pemula dan bukan pemula ialah kemampuan untuk mengambil pelajaran. Seorang pemula yang kalah dengan mudah tanpa tau sebabnya, takkan tau juga apa yang harus dievaluasi dari dirinya. Seorang pendekar yang sudah improved, setelah kalah dalam latih tanding ia akan tahu. "Seharusnya tadi saya tangkis begini... dan serang begitu..." atau "Seharusnya tadi saya escape dari posisi itu dan kunci tangannya..." dst

4. Kalah Boleh, Tapi Takkan Semudah Dulu
Yang ini merupakan sebuah tanda penting untuk diamati. Kalau kita masih selalu kalah dalam latih tanding melawan orang yang lebih berpengalaman, coba perhatikan, apakah semakin lama mereka makin sulit untuk mengalahkan kita? Kalau dulu kita tap-out dalam hitungan detik, apakah sekarang kita bisa bertahan dalam hitungan menit?

5. Sudah mulai bisa menghadapi kemenangan/kekalahan secara wajar
Kalau kita sudah improved, kita takkan berlebihan lagi dalam menghadapi kemenangan ataupun kekalahan. Seorang pemula bisa suntuk kalau kalah, ataupun bersorak kegirangan kalau menang. Namun seiring berjalannya waktu latih tanding sudah menjadi hal biasa, sebagaimana sarapan sehari-hari.

6. Kita mulai bisa melihat kelemahan junior/pemula
Kalau mata kita sudah mulai awas dalam melihat peluang ataupun kelemahan lawan yang masih pemula, itu merupakan suatu tanda bahwa kita sudah improve. Jika kita sudah bisa mengalahkan pemula dengan mudah, bisa jadi merupakan tanda bahwa kita sudah bukan pemula lagi.


Begitulah 6 tanda-tanda bahwa kita sudah improved. Sekali lagi, kalah menang dalam sparring sama sekali bukan tanda bahwa kita improve atau tidak improve. Harus diingat bahwa senior-senior kita juga harus improved. Pastikan saja bahwa mereka takkan bisa mengalahkan kita semudah dulu lagi.


semoga bermanfaat

Kamis, 11 Desember 2008

FROM MY TAEKWONDO


Banyak sekali hal yang saya dapat dari Tae Kwon Do. Oleh karena itu saya pikir menjadi penting buat saya pribadi untuk menulis sesuatu tentang Tae Kwon Do. Syukur juga kalau ada manfaatnya buat orang lain yang mungkin kebetulan baca tulisan ini.

Saya akan coba jabarkan satu persatu dengan membuat poin-poin penting beberapa hal yang saya dapat dari masa-masa saya di TaeKwonDo.

1. Kekeluargaan
Dojang adalah rumah kedua saya. Orang-orang di dalamnya adalah keluarga saya. Tempat latihan saya menekankan betul kekompakan dan rasa persaudaraan. Pergi nonton pertandingan bareng-bareng sampai larut malam, latihan bersama di rumah, pergi Gashuku dan begadang semalaman, nonton video beladiri rame-rame (Fight to Win, dan tentu saja "Best of The Best!").

2. Sportivitas
Saya dulu sering sekali ikut ataupun nonton pertandingan. Menang pernah, kalah lebih sering lagi. Dari TKD saya belajar yang namanya sportivitas.

3. Rasa Hormat & Disiplin
Saya dulu mulai dengan rasa takut terhadap Sabeum. Selalu ada sanksi tegas terhadap tindakan-tindakan yang melanggar peraturan perguruan. Waktu awal mulai belajar, sabuk hitam TKD itu bagaikan bintang di langit. Seiring berjalannya waktu, rasa takut mulai bergeser pada rasa hormat dan keakraban. Dari TKD saya mendapatkan kebiasaan untuk menghormati dan menghargai orang lain.

4. Kepekaan Sosial
Saya juga belajar cara menganalisa dan membaca berbagai tipe orang dari keanekaragaman manusia ini.

Demikianlah sekilas tentang beberapa hal bermakna yang saya dapatkan dari TKD. Bukan maksud saya memuji TKD secara berlebih-lebihan, tapi ini adalah pengalaman saya. Sebagian besar hal yang saya pelajari, sebenarnya bisa juga kita dapatkan dari sekolah, klub bola, karang taruna, sanggar tari atau dari tempat lainnya. Toh, kebaikan bisa datang dari manapun juga.

Rabu, 10 Desember 2008

Motivasi Meraih Prestasi

Motivasi untuk meraih prestasi setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang akan menjadi termotivasi mau berprestasi dan mengejar menjadi yang terbaik karena ingin dipuji atau mendapat kehormatan, cerita lainnya ada juga yang termotivasi karena di iming-imingi oleh hadiah atau uang jika ia berprestasi.



"Bahan bakar motivasi adalah uang, medali, piala, kehormatan. Tapi motivasi bukan kendaraan sehingga tidak perlu bahan bakar itu."

Faktor-Faktor yang Membedakan Motivasi Seseorang Dalam Mengejar Prestasi?

Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi pada diri masing-masing orang, di antaranya:

  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus Motivasi

Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:

  • Pertama, motivasi berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan. Orang yang seperti ini akan terus mempunyai motivasi dalam keadaan apapun sedikit kemungkinan akan gagal.
  • Kedua, motivasi dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan. Orang yang yang seperti ini akan termotivasi jika lingkungannya yang mendukung, kemungkinan gagal tergantung kondisi disekitarnya.

Tips-tips Meningkatkan Motivasi Untuk Meraih Prestasi

Motivasi untuk menraih prestasi tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk meraih prestasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi:

  • Bergaulah dengan orang-orang yang saling menghargaiBergaul dengan orang-orang yang saling menghargai akan secara psikologis akan meningkatkan keinginan kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Kadang kekuatan seseorang terletak keadaan sosial yang mendukung
  • Belajar dari internet
    Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, Penulis sering belajar melalui www.youtube.com, mealaui audio visual ini penulis termotivasi apa yang telah dilihatnya.

  • Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika ser4ing bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

  • Cari motivator
    Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

Cara Memotivasi Orang Lain

  • Motivasi Dengan Kekerasan/ Motivating By Force
    Cara seperti ini biasa dilakukan didalam militer, seorang pemimpin akan mengancam para serdadu jika mereka tidak disiplin. Didalam masyarakat yang demokratis cara semacam ini kurang begitu tepat, apa lagi didalam organisasi kita yang menganut kekeluargaan, sebab dengan cara ini orang akan memiliki sifat ketergantungan dan kurang menumbuhkan kesadaran.
  • Motivasi Dengan Bujukan/ Motivating By Enticement
    Cara yang kedua ini berupa memberikan bujukan atau memberikan suatu hadiah, bila orang lain mengerjakan sesuatu. Contohnya seorang atlet ingin menjadi juara jika diming-imingi dengan uang atau bonus. Cara seperti ini mungkin berhasil tetapi seperti cara pertama tidak menumbuhkan kesadaran.
  • Motivasi Dengan Identifikasi/ Motivating By Identivication or Ego- Involvement
    Saat ini mungkin ini cara terbaik untuk memotivasi orang lain. Dalam hal ini mereka berbuat sesuatu dengan rasa percaya diri dan sadar sepenuhnya ada keinginan dari dalam. Seorang atlet berlatih keras bukan karena takut/ bujukan dari pelatihnya, tetapi karena kesadaran mereka untuk mencapai prestasi yang lebih baik dan jauh lebih baik lagi.

"Pada akhirnya kesadaranlah yang memotivasi kita"

-berbagai sumber-

Selasa, 09 Desember 2008

Latihan at snayan pintu 3

ayo,,ayo bagi siapa yg ingin mempersiapkan diri menjelang kejuaran
bisa hadir disini di Senayan pintu 3 pkul 4 sore,latihan ini diadakan untuk menambah jam wktu lat yg dirasa kurang jika hanya mengandalkan jam waktu dari latihan unit biasa,,jadi bagi siapa yg sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaran,,wajib mengikuti latihan ini!!okok

Sadar Kamera



Kamis, 27 November 2008

Artikel bebas banget

Ada saja kejadian menarik yang membuat kita cerita dengan teman-teman (pokoknya kalo gak diceritain ga bisa tidur rasanya..), sebagian dari kita memang seperti itu apalagi ada orang yang super kreatif pasti ada aja tempat/ media buat nuangin segala kreatifitasnya. Naaah.. kalo emang kondisinya seperti itu, kalian bisa kirim pengalaman kalian, kemudian lihat ada beberapa orang yang akan memberimu saran atau sekedar sharing, bisa saja sumbernya dari sabeum-sabeum, senior, teman-teman seperjuangan, bahkan dari junior-junior kalian. Gabung yuk sebagai salah satu penulis di blog teladan ini, caranya kirim alamat imel kamu ke sini :

ober_ajah@yahoo.com

Ditunggu yaa.. di artikel bebas banget.. Go Teladan Go Blog!